Percayalah bahwa dia peduli dan memperhatikanmu walau dengan cara lain dan kau tak menyadarinya :)
Dia hanya ingin mengetahhui keadaanmu setiap hari, bukan ingin mengusikmu :)
Percayalah, dia mengamatimu di ujung sana, ingin melindungimu namun ia takut kau tak suka hal itu.
Pecayalah padanya, maka ia juga akan percaya padamu :)
Dia hanya ingin membuatmu bahagia, hargailah hal itu walau cara yang ia lakukan salah :)
Dia tak ingin membuatmu sedih, dia lebih memilih menjauhimu asal kau bahagia...
Dia saja bisa menghargaimu, kenapa kamu tak menghargainya? :)
Perlu kamu tau, dia selalu menanyakan kabar dan keadaanmu pada teman dekatmu, karna ia khawatir kau kenapa-kenapa :)
Kamu itu orang yang paling berharga buat dia, makanya dia nggak mau kamu kenapa-kenapa :)
Apa kau pernah memikirkan perasaannya? Posisinya? Kondisinya? Pernahkah? :)
Dia selalu berpikir beribukali saat akan bertindak karna ia tak ingin menyakitimu :)
Mungkin kau selalu menganggapnya pengganggu, padahal dia pelindungmu :)
Sebenarnya dia hanya ingin berbagi kebahagiaan, bukan hanya mencari kebahagiaan untuknya :)
Salahkah jika dia berharap lebih padamu?
Ia tak bermaksud mengekangmu, ia hanya ingin kau baik-baik saja :)
Sadarlah, ia menganggapmu berlian dalam tumpukan emas :)
Sebenarnya dia selalu menyinarimu dalam kegelapan, tapi kau tak menyadarinya.
Dia lebih senang memperhatikanmu, daripada memperhatikan dirinya sendiri.
Dia rela menjadi payung ketika hujan turun asalkan kau tetap terlindungi :)
Dia tak mengharapkan sesuatu darimu, karna tujuan dia hanyalah membuatmu tersenyum dan bahagia :)
Dia hanya tersenyum ketika melihatmu bahagia dengan yang lain.
Dia lebih memilih kau dengan yang lain, bukan karna ia tak menyayangimu tapi takut menyakitimu.
Andai kau tau, dalam setiap hembusan nafasnya terbesit rangkain huruf yang tersusun rapi membentuk nama indahmu :)
Dia tak berani mengawali pesan singkat, karna dia tak ingin mengganggumu.
Dia tak pernah menyalahkanmu, meski hanya luka yang kau ukir di hatinya :)
Dia tak pernah lelah mengingatkanmu meski hanya cacimaki yang ia terima darimu :)
Ia tak ingin bangun dari mimpi, karna kau nyata hanya dalam mimpinya dan mimpi dalam nyatanya.
Dia tak pernah menyerah untuk mendapatkanmu, walau ia sadar kau tak akan pernah ia dapatkan.
Dia ingin mengucapkan selamat malam untukmu, namun di ujung sana sudah ada yang mendahuluinya.
Ia meninggalkanmu bukan karna benci atau semacamnya. Tapi karna ia ingin kau menjadi lebih baik.
Andai ia bisa memilih, ia tak ingin mengenalmu. Karna ia tak bisa berhenti memikirkanmu sejak perkenalan itu.
Sadarkah kau bahwa dialah yang selalu menyejukan hatimu?
Dia itu selalu memberimu perhatian tanpa harus mengodenya bahkan memintanya. Bahagialah :)
Dia itu seperti lampu. Menerangimu dalam kegelapan :)
Pagi ini dia terlihat lebih cerah. Tau kenapa? Karna kamu ada untuknya di pagi indah ini :)
Dia mengetahui jika kau hanya sebatas mengaguminya, namun ia tetap mencintaimu.
Dia tak berharap lebih padamu bukan karena tak menyayangimu lagi, namun ia mulai menyadari siapa dirinya.
Dia memang tak bisa jauh darimu, tapi dia tak ingin memaksamu selalu ada di dekatnya. Karena dia bukan siapa-siapamu.
Dia begitu sabar menanti balasan pesan singkat darimu, walau kau membalas dengan bahasa yang menyakitkan.
Terkadang dia menanyakan keadaanmu walau dia sudah mengetahuinya, hanya sekedar memastikan kau baik-baik saja.
Dia selalu memperlihatkan bahwa dia baik-baik saja. Bukan karena ingin membohongimu, namun ia tak ingin membuatmu khawatir.
Sadarlah, dia begitu setia berada di dekatmu meski kau tak menganggapnya ada.
Dia tersenyum. Ya, untuk menutupi kekecewaan dan kesedihannya ketika ia sadar kau masih berharap pada masalalumu.
Dia mungkin bisa menutupi segalanya darimu, namun ia tak sanggup membohongi perasaannya.
Jangan paksa dia untuk memahamimu jika kau belum memahaminya.
Sebenarnya dia tak mau membiarkanmu menghilang. Namun dia juga tak mau memengekangmu.
"Nggak ada sms dari kamu" itu yang selalu ia ucapkan ketika melihat ponselnya.
Dia selalu berpikiran positif dan berdoa yang terbaik untukmu ketika kau tak memberinya kabar.
*Ponsel berdering* *dengan semangat mengeluarkan dari tas* "bukan dari kamu" itu katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar